Selain keindahan postur tubuh dan bulunya yang dinilai patut untuk dijadikan unggas hiasan masa kini, kemampuan suara gacor dari burung LB ini tercatat bisa tembus dengan durasi 3 menit tanpa jeda. Durasi tersebut diraih oleh lovebird kusumo (betina) milik H Sigit WMP yang menjuarai lomba tingkat nasional (Baca: Suara Lovebird). Ketenaran paruh bengkok semakin dibuktikan dengan semakin banyaknya perlombaan burung gantangan, dan peran dari lovebird betina sebagai kontestan pun jumlahnya terus bertambah. Tak hanya itu saja, saat adu kompetisi berlangsung burung ini juga menjadi kelas yang paling ditunggu-tunggu dan penggemarnya selalu membludak. Dengan beberapa kenyataan tersebut, wajar bila harga dari burung paruh bengkok bisa terjual dengan nominal yang tinggi di pasaran.
Ciri Lovebird Jantan
- Saat bertengger jarak kaki lebih rapat.
- Biasanya cenderung pasif mencari bahan ketika pembuatan sarang berlangsung dan terkadang cenderung menyuapi betina.
- Bentuk tubuh tidak setegas betina dan kadang bobotnya lebih ringan.
- Biasanya warna bulu terlihat lebih terang daripada lovebird betina.
- Ujung ekor berbentuk runcing.
- Apabila musim berkembang biak tiba, maka tulang pubis atau supit urang akan terasa keras dengan jarak yang rapat jika diraba.
Ciri Lovebird Betina
- Ketika bertengger kaki akan berjarak melebar.
- Saat membangun sarang terlihat lebih aktif mencari bahan dibandingkan lovebird jantan.
- Tubuh berbobot lebih berat dan tegas.
- Warna bulu cenderung kusam.
- Dengan ujung ekor yang merata.
- Tulang pubis cenderung lembek dan jaraknya renggang bila diraba.
Ditinjau dari pengelaman beberapa penangkar lovebird, banyak yang mengatakan bahwa lovebird betina dan jantan yang memiliki kualitas lebih unggul adalah sang betina, baik itu dari postur tubuh maupun kemampuan gacor ngekek nya. Dengan begitu bisa disimpulkan bahwa pengicau paruh bengkok yang lebih bisa diandalkan dan diusung ke arena perlombaan gantangan adalah yang berkelamin betina dibandingkan LB pejantan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar